“TAHUN AYIN CHET (5778), TAHUN PERMULAAN YANG BARU!”

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan, Hari ini adalah hari yang berbahagia buat kita semua. Pada hari ini kita memperingati bersama-sama ulang tahun gereja ini. Tanggal 4 September 2017, gereja kita tepat berusia 29 tahun. Saya mengucapkan, “Selamat ulang tahun yang ke-29 buat Saudara. Saudara diberkati berlimpah-limpah-limpah-limpah!”. 

Saudara, tanggal 4 September 29 tahun yang lalu itu  jatuh pada hari Minggu, dan tahun ini jatuh pada hari Senin. Kalau boleh saya tahu berapa diantara kita yang pada 29 tahun yang lalu datang pada kebaktian pertama tersebut? Saudara, ini sesuatu yang luar biasa, dimulai dengan satu gereja di Karsa Pemuda, dalam waktu 29 tahun sudah berkembang menjadi sekitar 950 gereja. Dari 400 orangsekarang sudah lebih dari 250.000 orang. Dan COOL nya sekitar 6.000 kelompok sel hari-hari ini. Belum lagi jaringan-jaringan di dalam negeri maupun di luar negeri, Tuhan memang terus menuntun gereja ini dan kita bersukacita serta berterima kasih kepada Tuhan. Semua ini karena Tuhan. Saya bersama semua termasuk yang awal-awal, kita semua tidak ada apa-apanya. Kita camkan baik-baik, semua karena Tuhan Yesus!

Saudara, memasuki bulan September ini selain merayakan ulang tahun yang ke-29 dari gereja ini, tetapi memasuki bulan September ada sesuatu yang luar biasa juga, yaitu dari tgl 21 September 2017 – 9 September 2018; kalender orang Ibrani memasuki tahun 5778. Mereka sebutkan dengan Tahun Ayin Chet (78).  70 itu berbicara tentang sebuah mata, yaitu mata Tuhan.

Kalau Saudara membaca dari Mazmur 33:18 dan Mazmur 32:8, di situ dikatakan, “Mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia dan kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya.” Ada berapa banyak diantara Saudara yang takut akan Tuhan? Ada berapa banyak diantara Saudara yang berharap hanya kepada kasih setia-Nya? Berarti mata Tuhan tertuju kepada kita semua. Dia mau memberikan nasehat, Dia mau mengajar, Dia mau menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. Ada berapa banyak diantara Saudara yang mau diajar Tuhan? Mau dinasehati? Mau ditunjukkan jalan yang harus ditempuh?

Saudara, ini hanya bisa kita mengerti kalau mata kita tertuju kepada Dia. Saya percaya orang yang takut akan Tuhan, orang yang berharap kepada kasih setia-Nya, pasti matanya akan selalu tertuju kepada Dia. Amin!

TAHUN AYIN CHET (5778)

Saudara, Tuhan akan menuntun kita melalui Chet atau angka 8 tadi. Saudara, angka 8 ini adalah:

1. Permulaan Yang Baru

Angka 7 adalah angka tertinggi, sehingga angka 8 ini bisa disamakan dengan angka 1, yaitu angka awal permulaan yang baru. Nah, ini adalah pesan-pesan Tuhan buat kita memasuki permulaan yang baru:

- 2 Kor 5:17, Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Saudara yang sudah ada di dalam Kristus, adalah ciptaan yang baru. Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Karena itu kita tidak boleh lagi menggunakan sifat yang lama kita, yaitu sifat kedagingan.

Dari Galatia 5:19-21 dikatakan, “Perbuatan daging telah nyata: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya ini kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Saya berdoa, pesan Tuhan buat kita semua, “Tanggalkan sifat lama kita!”. Mungkin ada diantara kita yang masih mempertahankan itu, hari ini kita diingatkan kembali, “Tanggalkan itu!”. Karena kalau kita terus melakukan hal itu, kita tidak akan mendapatkan bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi saya percaya jemaat di tempat ini semua termasuk dalam Kerajaan Allah. Kita akan bersama-sama Tuhan Yesus selama-lamanya!

Sekali lagi saya mau bertanya, ada berapa banyak orang yang takut akan Tuhan dan berharap kepada kasih setia-Nya? Ini pesan Tuhan buat kita:

- Yesaya 43 –19, “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”

Saudara, Tuhan sedang membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara! Ini kalau dilihat dulu adalah sesuatu yang mustahil bisa dilakukan. Ini sesuatu yang mustahil, tetapi Tuhan sediakan.

Hari-hari ini, apa yang menurut Saudara mustahil dan tidak mungkin;  “Mana mungkin penyakit saya disembuhkan?....Mana mungkin keluarga saya dipulihkan?...Apalagi pekerjaan saya? Sudah tidak ada harapan! Tidak mungkin!...Tidak mungkin!”. Saudara, hari-hari ini Saudara diberikan Tuhan sesuatu yang mungkin! Tidak ada yang mustahil bagi-Nya!

2. Melampaui Dimensi Jasmaniah

Angka 8 ini juga berbicara mengenai sebuah dimensi yang melampaui sesuatu yang jasmaniah atau lahiriah. Saudara, kita sedang memasuki dimensi supra-natural Roh Kudus. Kita sedang memasuki dimensi yang baru dari Roh Kudus. Karena itu hari-hari ini selalu saya katakan kepada Saudara, “Kita sedang memasuki Pentakosta yang ke-3!”. AMIN!

Saudara akan mengalami hal-hal yang supra-natural. Yang tadi, “Mana mungkin?,…Mana mungkin?...”, apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, belum pernah timbul dalam hati, itu disediakan bagi mereka yang mengasihi Dia. Ada berapa banyak yang mengasihi Tuhan? Itulah yang akan Saudara dapatkan! Itulah yang akan Saudara alami. Amin!

Tadi kita sudah renungkan bersama-sama bahwa kita tgl 4 September 2017 sedang memasuki usia yang ke-29 tahun. Berarti sekarang, hari-hari ini kita memasuki tahun yang ke-30 bagi gereja ini. Angka 30 ini juga berbicara tentang permulaan yang baru. Sebagai contoh:

• Tuhan Yesus mulai melayani umur 30 tahun

• Daud menjadi raja mulai umur 30 tahun

• Yusuf menjadi orang kedua di Mesir mulai umur 30 tahun

Jadi saya tahu pesan Tuhan buat kita semua di gereja ini, kita sekarang sedang dibawa oleh Tuhan memasuki satu permulaan yang baru.

Lebih daripada itu kalau Saudara melihat angka 30 dan melihat generasi-generasi, saya mau bertanya ada berapa yang umurnya antara 17 – 36 tahun (Millenial Generation) di tempat ini? Ini adalah buat Saudara! Tadi dikatakan Tuhan Yesus, Daud, Yusuf memulai sesuatu ketika berumur 30 tahun. Jadi ini berbicara tentang Saudara. Mungkin berbicara dalam karir Saudara atau apa saja hari-hari ini, karena itu tidak heran seperti Bapak Jokowi sering saya dengar selalu bicara, “Generasi Millenial…Generasi Millenial..”, tetapi Generasi Millenial yang positif dan Saudara yang positif. Yaitu responnya! Apakah dia responnya tentang hal-hal yang di atas atau yang di bumi?

Sudah saya katakan satu bulan yang lalu ketika Daud dikejar-kejar oleh Saul mau dibunuh dan dia harus lari!...lari!...lari!...sampai dia berpura-pura jadi orang gila. Susahnya luar biasa! Tetapi pada suatu hari Tuhan memberikan kesempatan kepada Daud untuk bisa membunuh Saul dan kesempatan itu 2 (dua) kali. Jenderal-jenderalnya ketika diberikan itu berkata, “Tuanku Daud, ini memang kesempatan yang diberikan Tuhan kepada kita. Habisi saja! Kalau kita habisi dia, selesai! Kita yang selama ini dibuat susah, harus lari…Paduka juga harus berbuat seolah-olah menjadi orang gila, orang tidak waras. Ini akan selesai!”.

Saudara, Daud mungkin pada waktu itu berpikir, “Apa iya benar?...Apa ini benar?”. Akhirnya dia memotong punca jubah Saul. Pada waktu dia memotong, apa yang terjadi? Hatinya berdebar-debar! Dan Saudara, semua orang…saya katakan semua orang, kalau mau melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hati-Nya Tuhan, Tuhan pasti berikan alarm yang seperti ini, yaitu hatinya berdebar-debar! Ada berapa banyak Saudara yang sering mengalami hal yang seperti itu? Benar! Kalau kita sudah tahu hati kita berdebar-debar, jangan diteruskan! Apa saja! Ini alarm dari Tuhan! Tapi kalau ini Saudara terobos terus, alarm itu makin lama makin hilang. Awalnya berdebar tetapi lama-lama hilang berdebarnya. Jadi apa pun yang Saudara lakukan semuanya OK! Itu perkara-perkara yang di bumi! Tetapi kalau kita mencari perkara-perkara yang di atas, pada waktu kita berdebar-debar kita tahu Tuhan menyuruh kita stop! Jangan lanjutkan, diam dulu!

Dan itu yang dilakukan Daud. Daud berkata, “No! Aku tidak mau membunuh Saul. Biar Tuhan saja yang bunuh. Kamu tahu tidak, orang yang menjamah orang yang diurapi Tuhan tidak akan luput dari hukuman!”. Daud tahu, itu adalah perkara-perkara yang di atas bukan yang di bumi. Dia tetap berkata, “Biar Tuhan sendiri yang membunuhnya, mungkin ajalnya sudah sampai. Atau dia masuk dalam peperangan dan dia hilang. Terserah….apa saja. Pokoknya bukan saya!”. Saudara, itulah yang menyenangkan hati Tuhan. Daud melakukan perkara-perkara yang di atas, bukan yang dibumi. Lalu apa yang terjadi? Daud dikatakan, “Ini adalah orang yang berkenan dihati-Ku!”. Daud juga diberikan hadiah yang luar biasa selama hidupnya maupun setelah dia meninggal; di mana Tuhan meninggikan dia. Orang yang berkenan kepada Tuhan akan seperti itu. Ada berapa banyak diantara Saudara yang mau jadi orang yang berkenan di hati Tuhan? Saya rindu supaya apa yang Tuhan Yesus katakan kepada Daud juga Tuhan katakan kepada saya, “Aku telah menemukan Daud bin Isai, orang yang berkenan di hati-Ku karena melakukan segala kehendak-Ku”. Saya rindu Tuhan berbicara itu kepada saya, “Aku telah menemukan Niko bin Njotorahardjo, orang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku”. Apakah Saudara rindu seperti itu?

Kesaksian Benny Hinn

Mengenai memasuki permulaan yang baru dan memasuki dimensi yang melampaui sesuatu yang jasmaniah atau lahiriah, Tuhan mengingatkan saya kisah tentang Benny Hinn. Mungkin saya sudah pernah menceritakannya, tetapi saya harus mengingatkannya kembali. Kalau saya lihat pelayanan Benny Hinn itu sudah sampai di angka 7. Siapa yang seperti dia dipakai Tuhan secara luar biasa? Tetapi sayang, di tengah-tengah dia sudah memasuki angka 7 yang luar biasa tiba-tiba dia berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan hati-Nya Tuhan. Dia bersaksi  sendiri dan saya tidak akan sebutkan. Pokoknya sesuatu yang tidak menyenangkan hati-Nya Tuhan. Dan dia memang mulai sadar akan hal itu, sampai suatu hari dia harus mengalami operasi jantung.

Dan pada saat dia selesai dioperasi, dia diberi satu penglihatan oleh Tuhan. Apa yang dia lihat?

Dia melihat pintu Sorga di mana Tuhan Yesus berdiri di depannya. Di sebelah Tuhan Yesus ada seorang wanita yang sedang memainkan piano dan dia melihat orang-orang antri untuk masuk dalam pintu gerbang. Mereka semua pakai pakaian putih. Siapakah mereka itu? Berpakaian putih artinya mereka sama seperti kita-kita.

Satu-persatu datang ke hadapan Tuhan Yesus. Kalau lagu yang dimainkan wanita tadi indah maka pintu Sorga terbuka dan orang itu masuk dalam Sorga. Tetapi sebaliknya kalau lagu yang dimainkan nadanya mengerikan, maka tiba-tiba Iblis datang dan orang yang berpakaian putih itu diseret dan dibawa ke Neraka. Benny Hinn kaget melihat itu dan gemetaran! Dia melihat hanya 20% yang masuk Sorga. Ketika gilirannya tiba, dia gemetar, “Waduh, saya bagaimana ya? Saya sudah melakukan hal-hal yang seperti ini…gimana?”. Tetapi sebelum wanita itu memainkan pianonya tiba-tiba dia sadar dan Tuhan berkata kepadanya, “Aku berikan kepadamu kesempatan yang kedua…The second chance. Jangan sia-siakan! Kamu hati-hati!”.  Saudara, saya percaya itu yang disebutkan sekarang dia sedang memasuki angka 8, permulaan yang baru!

Saya tidak tahu adakah diantara Saudara yang seperti itu. Ketika Saudara sudah berada di puncak yang luar biasa, karir Saudara hebat, tetapi tiba-tiba Saudara melakukan kesalahan dan mungkin saat ini Tuhan sudah berbicara kepada Saudara, “Aku memberikan kesempatan yang kedua kepadamu. Jangan sia-siakan!”. Saudara yang dikasihi Tuhan, hari ini saya mau beritahu Saudara, kita harus jaga hidup ini baik-baik. Mungkin kita pernah berbuat salah, tetapi yang penting kita bertobat. Dan pada saat Tuhan berkata, “Aku memberikan kesempatan yang kedua kepadamu, jangan sampai disia-siakan”. Amin!

Kisah Ayub

Tuhan juga ingatkan tentang Ayub mengenai permulaan yang baru dan memasuki dimensi yang melampaui dari yang jasmaniah itu. Kita tahu Ayub adalah orang yang dikasihi Tuhan karena dia saleh, jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Jadi kalau saya katakan hidup Ayub pada waktu itu sudah sampai pada angka 7, angka yang tertinggi! Mengapa? Sebab Tuhan sendiri yang berkata begini kepada Iblis, “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan” (Ayub 2:3). Siapa yang seperti dia? Tidak ada! Dan Ayub diberkati secara materi luar biasa. Jadi kalau seperti saya katakan, Ayub pada waktu itu sudah sampai di angka 7, tetapi ketika Iblis diizinkan untuk menggocoh Ayub, Ayub mengalami sakit yang luar biasa. Di tengah-tengah kesakitannya, di tengah-tengah dia berdialog dengan teman-temannya dan dengan Tuhan akhirnya, dia berkata ini, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.” (Ayub 42:5-6).

Saudara, setelah proses ini Ayub memasuki permulaan yang baru. Dan setelah dia mendoakan ketiga temannya yang tadinya mengejek dia dan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik, Ayub dipulihkan. Bahkan bukan hanya pulih, tetapi Ayub diberkati 2x lipat! Dia memasuki satu permulaan yang baru!

Banyak orang kristen yang senang di zona aman, di zona nyaman, di comfort zone, “Wah, ini enak…Jangan ganggu-ganggu saya. Saya sama Tuhan baik…enak”. Saya mau beritahu, Saudara yang mungkin keadaannya seperti itu, Saudara mungkin seperti Ayub, “Selama ini aku mendengar tentang Tuhan dari kata orang.” Tetapi saya percaya kalau Saudara sudah memasuki satu proses seperti Ayub contohnya, Saudara akan berubah. “Dulu aku merasakan dan mendengar Engkau dari orang lain, tetapi sekarang aku ketemu dengan Engkau sendiri”.

Karena itu, proses adalah baik buat kita. Meski Saudara tidak amin-kan ini, Saudara tetap akan diproses! Saya tidak tahu ada berapa banyak diantara Saudara yang sedang mengalami proses hari ini, mungkin Saudara merasakan betapa beratnya menjalani proses yang luar biasa dalam hidup ini, tetapi ketahuilah Tuhan sedang mempersiapkan Saudara untuk memasuki angka yang ke-8, yaitu permulaan yang baru. Saudara akan ketemu dan punya pengalaman dengan Tuhan Yesus secara pribadi. Haleluya!

Sejarah Perjalanan GBI Jl. Jend. Gatot Subroto

Saudara, pada kesempatan ini di umur yang ke-29 tahun, kita perlu juga bernostalgia dengan gereja ini. Saya  ingat ketika Tuhan memanggil saya menjadi hamba Tuhan, saya dipilih oleh Tuhan untuk menjadi alat-Nya untuk merestorasi Pondok Daud. Saya ingat pada waktu itu saya ada di Surabaya, selesai saya memimpin pujian saya duduk karena ada seorang hamba Tuhan dari Belanda yang bernama Schenk yang akan berkhotbah. Jadi saya duduk di belakang dan dia menggantikan tempat saya di mimbar. Pada saat dia akan memulai khotbahnya tiba-tiba dia berhenti dan melihat saya, lalu dia lari dan tumpang tangan atas saya. Pada waktu itu ada satu nubuatan buat saya, “Aku telah menetapkan engkau untuk menjadi alat-Ku untuk membawa umat-Ku masuk dalam hadirat-Ku!”. Saya tahu bahwa ini adalah yang sekarang Tuhan berikan kepada kita, Restorasi Pondok Daud. Saat ini hamba Tuhan Schenk ini sudah dipanggil Tuhan dan bersama Tuhan sekarang.

Ada satu lagi hamba Tuhan yang bernama Bapak Damaris, mungkin ada yang tahu tentang Pak Damaris. Beliau juga sudah dipanggil Tuhan. Pada suatu hari dia datang ke rumah dan berkata kepada saya. Dia seperti ayah saya, “Niko, kamu kesini, Nik. Saya mau bicara sama kamu, duduk di sini…Begini ya, Tuhan ini memilih kamu untuk menjadi alat-Nya dalam Restorasi Pondok Daud. Kamu diminta untuk jadi fulltime. Kamu harus jadi fulltime. Kamu adalah orang pertama di Indonesia kalau kamu menerima pelayanan ini. Kamu nanti akan sama dengan saya. Saya dulu penginjil pertama di Indonesia. Sehingga kalau saya khotbah di gereja-gereja, pendetanya menjabat tangan saya dan berkata, “Terima kasih, Broer!”. Sesudah itu, saya pulang. Karena itu dapur saya sering tidak berasap karena cuma diberikan ucapan terima kasih. Dan kamu bisa seperti ini, kamu siap, ndak?”

Saya hanya menjawab, “Ya siap, om”. Saudara tahu kenapa saya jawab siap? Ketika saya dipanggil menjadi hamba Tuhan, saya mengalami sesuatu yang luar biasa. Saya tahu bahwa saya ini hamba Tuhan yang dipaksa Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan. Mulanya saya menolak untuk menjadi hamba Tuhan. Tahukah Saudara apa yang terjadi? Saya mengalami apa yang disebut dengan “Ludes…des!”.

“Des” yang pertama…itu kalau Tommy Smith menterjemahkan saya di Amerika, dia katakan, “The first ‘des’…” saya dibuat habis samasekali. Dalam tempo beberapa bulan semua habis!

“Des” yang kedua, “The second ‘des’…”, ditambah hutang! Itulah keadaan saya. Jadi pada waktu Pak Damaris ngomong, “Kamu siap tidak?”, ya saya siap saja, sebab memang sudah habis semua malah ditambahi hutang!

Saudara, itu pengalaman saya. Kalau Saudara membaca Kis 15:15-18, di situ dikatakan bahwa Tuhan sendiri yang akan merestorasi Pondok Daud dan saya hanya alatnya. Untuk apa? Supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah yang Kusebut milik-Ku, supaya semua mencari Tuhan. Artinya, Restorasi Pondok Daud ini Tuhan jadikan alat supaya setiap lutut bertelut, setiap lidah mengaku Yesus adalah Tuhan. Amin!

Saudara, DNA gereja ini adalah Restorasi Pondok Daud. Tuhan memberikan definisi tentang Pondok Daud sebagai berikut:

1. 25 tahun Pertama (1988 – 2013)

Pengertiannya adalah doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

Periode 25 tahun pertama ini terbagi menjadi 5 (lima) tahap restorasi, yaitu:

a.  5 tahun pertama (tahun 1988 – 1993), yang direstorasi adalah pujian dan penyembahan.

b. 5 tahun yang kedua (tahun 1993 – 1998), yang direstorasi itu adalah doa. Jadi doa, pujian dan penyembahan yang direstorasi.

c.  5 tahun yang ketiga (tahun 1998 – 2003), yang direstorasi adalah unity. Sehingga menjadi doa, pujian dan penyembahan dalam unity.

d. 5 tahun yang keempat (tahun 2003 – 2008), pemantapan dari doa, pujian, penyembahan dalam unity.

e. 5 tahun yang kelima (tahun 2008 – 2013). Tuhan tambahkan yang siang dan malam, itu berbicara tentang keintiman.

2. 25 tahun Kedua (2013 - sekarang)

Tuhan tambahkan pengertiannya. Pondok Daud itu berbicara tentang kita-kita ini yang harus menjadi prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa,… Berarti kita keluar sebagai pemenang! Kita harus keluar sebagai pemenang! Kita harus menjadi prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa yang mempunyai gaya hidup berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam dan yang melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini. Amin!

Secara pribadi Saudara harus melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini. Apa pun yang Saudara lakukan, Saudara menghadapi masalah atau apa saja, Saudara harus meresponi dengan benar, yaitu harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Harus sesuai dengan apa yang tadi dikatakan, yaitu kita harus mencari perkara-perkara yang di atas. Amin!

Tetapi secara umum, Tuhan berikan kepada saya; yang dikehendaki Tuhan pada zaman ini adalah kita sedang memasuki Pentakosta yang ke-3! Kita sedang memasuki satu era penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Saudara harus siap! Ada berapa banyak yang mau menjadi saksi Tuhan Yesus? Kita sedang memasuki masa ini. Sesuai dengan Yoel 2:28-32, yang terjadi pada waktu Pentakosta yang ke 3 adalah:

1.  Anak-anak, pemuda dan orang tua akan dipakai Tuhan secara luar biasa.

2.  Mujizat-mujizat terjadi luar biasa.

3. Goncangan-goncangan juga terjadi luar biasa. Dari ketiga hal di atas terjadilah yang ke-empat sesuai dengan Yoel 2:32 sbb:

4. Akan banyak yang berseru kepada Nama Tuhan dan mereka yang berseru kepada Nama Tuhan, mereka akan diselamatkan! 

Khotbah Bpk. Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo

JCC, 10 September 2017

Pastor's Message

R3news

Live Streaming

Audio Streaming

 

Speaker

acara

Copyright © 2003 - 2017 - Gereja Bethel Indonesia, Modernland - All Rights Reserved

Join Our Facebook  

Visitors :