Renungan

WASPADA ATAU BINASA

Pada hari Sabtu 6 September 2014 dalam Menara Doa Pelayan Jemaat di SICC Sentul Gembala Sidang kita Bpk. Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo menyatakan bahwa kita sedang memasuki Tahun 5775 atau Tahun AYIN HEY menurut penanggalan Tahun Yahudi, tahun yang maknanya adalah tentang:

• Goncangan

• Mata yang Terbuka dan Terfokus kepada Tuhan

• Penuh Roh Kudus

• Pujian Penyembahan dan Ucapan Syukur

• Sabbath

• Kedatangan-Nya Sudah Dekat

Kita juga seringkali mendengar kesaksian tentang Surga dan Neraka; adanya hamba Tuhan atau anak-anak Tuhan yang diperkenankan oleh Tuhan untuk melihat Surga dan Neraka. Adanya kesaksian tentang Surga dan Neraka tersebut bukan untuk menakut-nakuti kita tetapi adanya kesaksian tersebut untuk kita semakin berjaga-jaga, semakin mawas diri dan kita semakin waspada dalam hidup ini.

Kalau kita pernah melihat tayangan di salah satu stasiun TV lokal Indonesia di situ ada “Bang Napi yang selalu mengatakan, “Kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya tetapi karena ada kesempatan...waspadalah...waspadalah.” Secara hukum dunia, kita diajar untuk selalu waspada dalam hidup ini, karena kejahatan ada di mana-mana, hipnotis, penjambretan, perampokan, penodongan dan lain-lain selalu mengintai kita, di mana kita lengah di situ kita diporak-porandakan oleh kejahatan tersebut. Secara Hukum Surgawi juga sudah tertulis bahwa kita harus selalu waspada dan berjaga-jaga, 1 Petrus 5:8, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Oleh karena itu berjaga-jagalah dan waspadalah.

Mengapa kita harus waspada?

1. Karena Kematian Kita Bisa Terjadi Setiap Saat

Mazmur 103:15-16, “Adapun manusia hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga, Apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.”

Mazmur 90:10, “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.”

Mazmur 89:49, “Siapakah orang yang hidup dan yang tidak mengalami kematian, yang dapat meluputkan nyawanya dari kuasa dunia orang mati?”

Pengkhotbah 8:8a, “Tiada seorangpun berkuasa menahan angin dan tiada seorangpun berkuasa atas hari kematian.”

Pengkhotbah 9:12, “Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.”

Tidak ada yang mengetahui mengenai batas umur manusia, hari ini ada besok tiada, bahkan detik ini ada, dalam beberapa detik ke depan sudah tiada. Umur manusia sangat terbatas, kematian selalu membayangi kita oleh karenanya kita harus berjaga-jaga, janganlah lengah. Biarlah kematian kita adalah kematian yang beruntung bukan kematian yang sia-sia. Biarlah kematian kita adalah suatu kematian, ketika kita dalam Doa Pujian Penyembahan kepada Tuhan Yesus; bukan kematian ketika kita sedang memaki-maki orang dan dengan hati yang penuh dengan kebusukan. Selagi masih hidup lakukan yang terbaik untuk Tuhan dan sesama. Ingatlah bahwa kita tidak tahu kapan kita dipanggil oleh Tuhan, oleh karenanya waspadalah...

2. Karena Hari-hari Ini Dunia Semakin Jahat

Efesus 5:16, “Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

2 Timotus 3:1-5, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”

Dunia semakin tidak menentu, semakin rusak dan semakin jahat; apa yang sudah tertulis dalam Alkitab sudah tergenapi. Banyak orang ber-Agama tapi tidak ber-Tuhan. Hendaknya kita bijak dalam mempergunakan waktu, karena banyak orang tidak memperdulikan waktu yang ada, tetapi orang bijak selalu menggunakan waktunya dengan baik. Waktu adalah hidup, waktu adalah kesempatan. Seorang yang menghargai waktu adalah seorang yang mengisi waktu hidupnya dengan etika dan karakter Illahi. Pergunakanlah waktu yang ada karena kita diciptakan Tuhan untuk satu tujuan, yaitu memuliakan Tuhan dengan seluruh keberadaan kita termasuk waktu kita.

Efesus 5:15-17, “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.“

Kejadian 6:5, “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.”

Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, kualitas hidup manusia semakin menurun dan semakin memburuk, karakter Illahi semakin terkikis habis, dosa semakin meningkat. Maka saat ini perjuangan orang Kristen semakin berat, tetapi kita harus berjuang terus karena Tuhan memanggil kita seperti domba di tengah serigala; jadi jangan pernah takut.

3. Karena Tidak Semua Orang Kristen Selamat

Matius 25:1-13 tentang Gadis-gadis bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh.

Matius 7:21-23,“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Orang Kristen jangan terlalu “Gede Rasa” bahwa mereka masuk sorga. Lihat diri kita; apakah kita sudah sama seperti Tuhan Yesus? Apakah kita sudah berkarakter Kristus? Apakah kita masih menghakimi sesama dan merasa paling benar? Apakah hari-hari ini kita melakukan sesuatu untuk kepentingan Tuhan atau untuk kepentingan manusia? Kalau jawabannya belum, maka masing-masing kita harus memperbaiki dan berbenah diri supaya kita berkenan di mata Tuhan dan siap terangkat ke Sorga. Bukan masalah pelayanan yang spektakuler tetapi apakah pelayanan tersebut demi kemuliaan Tuhan atau demi kemuliaan manusia? Orang Kristen dilarang sombong karena kita tidak mampu memiliki segalanya. Orang Kristen dilarang sombong dan angkuh apalagi ke GR-an masuk Sorga, tunggu dulu! Perhatikan dulu bagaimana hidup kita, “Perhatikan dengan seksama bagaimana kamu hidup.” Keselamatan yang kita peroleh adalah Kasih Karunia dan keselamatan adalah proses, bagaimana kita harus menjalankan keselamatan tersebut dengan takut dan gentar akan Tuhan. Untuk persyaratan masuk Surga, Tuhan sangat teliti dan cermat, karena “tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.”

Matius 7:13-14, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

1 Petrus 4:18, “Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?”

Hati-hati! jangan mengaku-ngaku orang Kristen kalau tidak bisa hidup benar, karena Tuhan menuntut kita untuk hidup benar. Kekristenan bukan sebuah agama, melainkan adalah hidup yang mengikuti Kristus. Hati-hati! orang benar saja nyaris tidak diselamatkan, lalu bagaimana nasibnya dengan orang fasik dan orang berdosa?

2 Petrus 3:11, “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.”

Itulah sebabnya kita wajib memperhatikan; dengan cara bagaimana kita hidup, serta berjaga-jagalah dan waspadalah atau kita akan binasa. (IDP)

 

 

Pastor's Message

R3news

Live Streaming

Audio Streaming

FEATURED SPEAKERS

SWF file not found. Please check the path.

Information

Copyright © 2014 - Gereja Bethel Indonesia, Modernland - All Rights Reserved

Join Our Facebook    

Visitors :