ANAK-ANAK BERHARGA DI MATA TUHAN

“Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 18:10 

Anak-anak berharga di mata Allah.  Mereka harus berharga di mata kita juga.

Yesus mengingatkan kita dalam kitab Matius untuk tidak membuat kesalahan dengan berpikir bahwa anak-anak kecil itu tidak penting! “lngatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu wajah Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 18:10) Kita harus mematuhi Firman Yesus.

Sebagai orang dewasa, kita cenderung fokus pada apa yang kita dapat ajarkan pada anak anak. Tapi bagaimana dengan apa yang dapat mereka ajarkan kepada kita? Yesus berkata, “‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 18:3)

Kita membutuhkan anak-anak dalam hidup kita. Kita tidak dapat menjadi seperti apa yang Allah minta sepenuhnya, tanpa bantuan anak anak. Itu tidak mungkin terjadi. Anak-anak mengajarkan kikta bagaimana menjadi tidak egois. Sulit untuk menjadi tidak egois ketika kita memiliki anak-anak yang tergantung pada kita. Kita tidak harus memiliki anak untuk menjadi orang tua.

Di komunitas kita, terdapat banyak anak-anak yang membutuhkan orang dewasa yang memberikan mereka perhatian. Jadilah Big Brother atau Big Sister. Terlibatlah dalam pelayanan ibadah anak di gereja

Maka waktu kita akan lebih bermakna dengan kehadiran anak-anak di sekitar kita. Kita akan membuat perbedaan dalam kehidupan anak-anak, ketika kita mengasihi mereka. Dan mereka akan membuat perbedaan dalam hidup kita juga. Amen. Doa saya menyertai

Selanjutnya kita bisa melihat bagaimana reaksi Tuhan ketika kita mengabaikan atau menyesatkan anak-anak kecil ini. "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut." (ay 6). Jika sampai sebegitu keras, itu tandanya anak-anak memang mendapat posisi yang sangat istimewa bagi Tuhan.

Dalam Perjanjian Lama kita bisa menemukan ayat yang menyatakan bahwa selain penting bagi kita untuk mengindahkan ketetapan-ketetapanNya, adalah penting pula untuk mengajarkan anak-anak dalam pengenalan akan Tuhan secara berulang-ulang sampai semua itu meresap dan tinggal di dalam diri mereka. "Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu." (Ulangan 6:6-9). Anak-anak kecil terkadang sulit untuk berkonsentrasi, dan mereka mudah merasa bosan atau jenuh.

Oleh karena itu kita harus mampu terus berulang-ulang mengajarkan mereka dan mencari cara penyampaian yang menarik agar mereka bisa menangkap intinya dengan baik. Mengajarkan sambil bermain atau lewat permainan-permainan, lewat lagu-lagu, atau bahkan cerita-cerita Alkitab mungkin bisa dipakai sebagai metode penyampaian yang baik buat anak-anak. Perhatikan bahwa diperlukan usaha yang serius dan kerelaan mengorbankan sebagian waktu untuk bisa melakukan ini, tapi itulah yang diinginkan Tuhan bagi para orang tua. Anak-anak merupakan titipanNya yang harus disyukuri dan dibangun dalam pengenalan yang baik akan Tuhan, bukan untuk dianggap sebagai pengganggu, direndahkan, disepelekan atau disingkirkan dari hidup. Itulah yang harus kita lakukan itu, artinya kita menyambut Kristus. Melakukan sebaliknya? Menolak anak-anak itu berarti menolak Kristus, dan itu dikatakan oleh Kristus sendiri.

Sudahkah kita bertindak sebagai pahlawan dan mengarahkan "anak-anak panah" kita dengan baik, ke arah yang baik pula? Tidak mudah untuk menjadi orang tua, tapi kita memang harus mensyukuri titipan yang diberikan Tuhan kepada kita dengan mengarahkan mereka untuk menjadi teladan-teladan yang baik di masyarakat ketika mereka dewasa nanti. Ketika ada banyak orang yang masih mendambakan hadirnya buah hati dalam keluarga mereka, peliharalah dengan baik jika kita sudah memiliki buah hati titipan Tuhan ini dalam hidup kita. Mereka sangatlah berharga di mata Tuhan, dan kita yang dititipkan harus bisa menghargai itu dengan melakukan segala yang baik di masa pertumbuhan mereka.
Anak merupakan titipan Tuhan yang harus dihargai, diasuh, diurus, dipelihara dan dididik dengan baik

Pdp. Suratmi Trisnadi Spd K

 

 

 

Pastor's Message

R3news

Live Streaming

Audio Streaming

 

Speaker

acara

Copyright © 2003 - 2017 - Gereja Bethel Indonesia, Modernland - All Rights Reserved

Join Our Facebook  

Visitors :